Skip to main content

Dropletz


Belum pernah ada aplikasi media sosial yang mampu memberi penghasilan tambahan pada penggunanya atas kreativitas dan informasi bermanfaat yang mereka bagikan melalui postingan mereka. 

Pengguna aplikasi media sosial memperoleh penghasilan dengan cara menjual produk/jasa, menawarkan jasa endorsement atau dengan mempromosikan produk afiliasi. Dari berbagai sumber menyatakan hanya 1% - 5% pengguna aplikasi media sosial yang mampu memperoleh uang tambahan, karena tidak semua pengguna aplikasi pintar berjualan!

Banyak konten yang tak kalah menarik dengan acara televisi diunggah hanya demi mendapat "like" atau pengikut, sekalipun sudah terbukti postingan-postingan di media sosial ini juga dimanfaatkan oleh berbagai stasiun televisi untuk program acara hiburan, bahkan menjadi acara favorit penonton televisi, namun belum ada aplikasi media sosial yang dapat memberi nilai ekonomis pada kreatifitas pengguna.

Jika dilihat dari sudut pandang bisnis, hal ini merupakan ketidakadilan, karena konten yang diunggah menjadi daya tarik bagi aplikasi yang digunakan, sementara pengguna aplikasi tidak mendapatkan manfaat finansial yang sepadan.


Dropletz adalah sebuah konsep aplikasi Creative Media yang menyerupai social media, namun di Dropletz semua postingan photo maupun video dengan konten lucu, keren, artistik, menghibur, bermanfaat, motivasional, inspiratif, informatif, edukatif, dan lain-lain. dapat menghasilkan uang tanpa harus berjualan produk karena di Dropletz, kreativitas dan informasi dalam postingan yang akan mendatangkan uang bagi pengguna.

Penguna dapat mengunakan Dropletz seperti menggunakan media sosial untuk berbagi hal-hal seputar hobby, informasi, tips dan kegiatan sehari-hari baik berupa photo maupun video pendek. 

Dropletz dirancang untuk membuka kesempatan bagi pengguna aplikasi dalam memperoleh uang dari postingan menarik dan bermanfaat seperti postingan video di bawah ini: 


Semua jenis postingan berpotensi menghasilkan uang di Dropletz, dari mulai konten; kecantikan, liburan, menata dapur, memasak, cara membeli logam mulia, info hemat berobat ke rumah sakit di Malaysia, cara naik kereta api cepat Jakarta - Bandung, cara liburan dengan biaya murah, cara menanam pohon kelor dan sebagainya, bahkan photo selfie juga dapat menghasilkan uang di Dropletz. 

Setiap postingan berpotensi menghasilkan uang dari mulai Rp5.000 hingga jutaan rupiah berkali-kali dalam satu kali posting, selama postingan merupakan konten orisinil sekalipun video dan photo yang diunggah beresolusi rendah. 

Kesempatan ini berlaku bagi semua pengguna sekalipun bagi pengguna yang hanya pemiliki 1-2 pengikut. Algoritma Dropletz secara otomatis akan menayangkan setiap konten ke halaman pengguna lain sesuai ketertarikan mereka. Fitur ini dicapai melalui machine learning dalam sistem operasi Dropletz.

Dropletz memiliki lima fitur penghasil uang bagi pengguna, bahkan dengan memberi komentar juga berpotensi menghasilkan uang. Berikut ini fitur 'side hustle" Dropletz:
Posting

"Kehadiran Dropletz berpotensi membuat pengguna aplikasi enggan memposting dengan cuma-cuma di media sosial. Karena memang sudah selayaknya kreativitas memiliki nilai ekonomis".



Tantangan Aplikasi Baru

Sekalipun Facebook, Instagram dan Twitter dijadikan satu, secara daya tarik, ketiga aplikasi ini tidak semenarik Stellar yang didirikan oleh salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin. Facebook, Instagram dan Twitter lebih populer karena ketiganya mendapatkan momentum saat dirilis. Begitu juga dengan Youtube. 

Keempat platform ini hadir di saat euphoria masyarakat dunia terhadap media sosial masih sangat tinggi. Dari keempat platform besar ini, Instagram dirilis paling akhir (2010). Setelah kemunculan Instagram, euphoria masyarakat dunia terhadap "media sosial baru" mulai meredup ke titik terendah. 

Stellar tidak seberuntung pendahulunya, ketika diluncurkan di tahun 2015 euphoria masyarakat terhadap media sosial telah berlalu. Demikian juga dengan Google plus - 2011 yang akhirnya di tutup pada tahun 2019. Kedua aplikasi ini gagal sebab tidak menawarkan perbedaan yang signifikan.

***

"Ketika momentum memasuki pasar telah berlalu, gunakanlah 'strategi gila' berupa konsep revolusioner. Karena strategi gila tidak memerlukan momentum"

~ Henry G ~

Strategi gila TikTok tidak terletak pada video dance yang menghebohkan. Video dance Tiktok hanya bersifat pemikat. Strategi gila (konsep revolusioner) yang mereka bawa terletak pada konsep video pendek berdurasi 60 detik yang terbukti sangat ampuh melalui penerapan tiruan konsep video pendek ini di youtube, facebook dan instagram, sekalipun tanpa "dance" konsep ini tetap menarik dan membuat ketagihan.


Unsur Pemikat

Selain konsep, design dan fitur yang menarik, sebuah "aplikasi media sosial baru" dituntut untuk memiliki ciri atau faktor pembeda. Tapi untuk "go viral" dibutuhkan salah satu dari 4 pemikat berikut ini:

  • Super Fun
  • Revolusioner
  • Esek-esek
  • Income


Super Fun

Web2.0 adalah generasi ke-2 teknologi internet yang dikembangkan sejak 1999 - 2003. Web2.0 membuat aktivitas di internet manjadi interaktif dan semakin menarik. Platform dan aplikasi yang kita gunakan saat ini menerapkan teknologi Web2.0. Dengan Web2.0, era media sosial dengan pertumbuhan pengguna secara besar-besaran dari seluruh dunia dimulai sejak diluncurkannya:

  • 2004 - Facebook
  • 2005 - Youtube
  • 2006 - Twitter
  • 2010 - Instagram
Keempat aplikasi media sosial ini sangat cepat memikat hati pengguna dengan memanfaatkan "momentum". Keempatnya dirilis ketika euphoria masyarakat dunia sangat tinggi terhadap daya pikat "Super Fun" yang ditawarkan. 


Keempat aplikasi ini merupakan pengubah arah permainan di zona media sosial versi Web2.0 di mana pengguna dapat saling berinteraksi pada sebuah postingan di internet. Berbeda dengan Web1.0 dimana pengguna internet hanya dapat membaca teks, melihat gambar, dan membuka tautan.

Sejak 2010, dibutuhkan gebrakan revolusioner melalui fitur-fitur inovatif yang belum dimiliki oleh keempat platform ini untuk dapat menarik perhatian masyarakat bagi aplikasi baru.


Revolusioner

Keberhasilan tiktok menerapkan konsep video pendek berdurasi 60 detik terbukti membuat ketagihan. Bahkan youtube, instagram dan facebook ikut mengadopsinya. Sementara raja aplikasi media sosial berbasis video seperti youtube tidak menyadarinya. Itu sebabnya ide ini terbilang revolusioner sehingga sangat menarik



Esek-esek

Diakui atau tidak oleh Tiktok, kenyataannya faktor esek-esek merupakan "unsur pemikat" aplikasi ini di awal peluncurannya. Sekalipun Tiktok tidak dirancang untuk tujuan ini, namun saat aplikasi ini dibanjiri konten remaja wanita berjoget erotis, nyatanya pihak developer hanya memblokir video-video dengan konten super vulgar dan membiarkan konten bikini dan semi vulgar tetap beredar. Sebab mereka tahu hal itu justru akan menjadi daya pikat tersendiri untuk menarik lebih banyak pengguna. 


Income

Daya pikat "income" merupakan daya pikat yang paling kuat di antara keempat pemikat aplikasi untuk menarik pengguna karena uang adalah kebutuhan pokok. Sebuah aplikasi yang mampu memberikan kesempatan bagi pengguna untuk memperoleh penghasilan dari hobi mereka memposting hal-hal yang mereka sukai sudah jelas akan kebanjiran pengguna.

Dropletz merupakan konsep platform "Creative Media" yang dikembangkan dari platform social media yang membuka kesempatan nyata bagi pengguna untuk memperoleh penghasilan dari kreativitas dan informasi yang  mereka bagikan melalui postingan tanpa perlu berjualan.



Penutup

Creative Media - Dropletz adalah jawaban atas harapan masyarakat akan aplikasi yang mampu memberikan manfaat nyata dalam memperoleh pemasukan melalui kreasi murni tanpa embel-embel berjualan.

Informasi lebih lanjut mengenai penawaran kerjasama, latar belakang, dan prestasi saya dapat ditemukan di menu atau tautan yang terdapat di bawah halaman ini. Terima kasih atas dukungan Anda. 


Salam,
Henry Gustaaf



Tentang saya  |  Donasi  |  Penawaran