![]() |
| Seminar & Pelatihan SEO Google di Jakarta - 2012 |
Sebelum kebangkitan marketplace, 'Search Engine Optimization' merupakan salah satu keahlian saya. Untuk membantu pelaku usaha lain agar dapat ikut memanfaatkan teknologi, saya rutin mengadakan seminar dengan tema 'Memenangkan Halaman 1 Google Secara Gratis'. Seminar teknologi seperti ini saat itu masih jarang ditemukan. Tapi semenjak kebangkitan marketplace seperti Shopee, Tokped, dkk, untuk menduduki halaman 1 google secara gratis tidak lagi semudah dulu.
***
Saya lahir pada tahun 1976 dengan nama Henry Gustaaf dalam keluarga non muslim berdarah Swedia-Belanda, Pada tahun 1979, alm. kakek, Christian Gustaaf menjadi seorang mualaf dan mengubah namanya menjadi Iskandar. Tahun 1981, hampir seluruh anak-anaknya ikut masuk Islam dan mengganti nama mereka dengan akhiran Iskandar. Ini alasan di kartu identitas, nama saya menjadi “Erwin Iskandar". Sejak tidak lagi menjabat di pemerintahan, Kakek merintis usaha es krim dengan cabang di berbagai kota di Sumatera dan Jawa.
Perjalanan Usaha
Merantau ke Batam setelah lulus SMA (1996), sambil bekerja di perusahaan konstruksi dari Singapura, saya melanjutkan kuliah malam dengan jurusan sastra Inggris. Di waktu luang saya mengajar percakapan bahasa Inggris untuk karyawan hotel dan sesekali "ngamen" di lounge hotel. Karena kesulitan mengatur waktu saya korbankan kuliah dan fokus mencari uang.
Pada tahun 2002, saya diberi kepercayaan untuk memimpin sebuah perusahaan pemasaran alat dapur modern di Jawa Barat. Kurang dari satu tahun, melalui ide-ide inovatif, saya berhasil membawa perusahaan tersebut menjadi yang terbaik di bidangnya.
Di tahun 2004 saya putuskan memulai usaha sendiri dengan kesuksesan terbesar saat saya membangun 'Gustaafindo' (2007 - 2017). Dari usaha jasa pelatihan es krim untuk konsumen lokal dari Semarang dan sekitarnya, dalam dua tahun, usaha jasa ini berkembang menjadi pusat pelatihan bisnis es krim dengan konsumen dari berbagai kota di Indonesia dan Malaysia.
Sambil menjalankan usaha, dengan aktif saya terus menambah jaringan pertemanan dari berbagai kalangan, termasuk pengusaha dan pejabat lokal di Kota Semarang melalui salah satu keahlian saya dalam memoderasi dan merancang acara seminar yang inovatif.
Android: Pedang Bermata Dua
Tahun 2016 adalah tahun suram untuk hampir semua bidang usaha bahkan hingga detik ini masih terasa dampaknya. Perpindahan media informasi dimulai pada tahun 2016. Sekalipun sejak 1994 IndoNet, ISP komersial pertama di Indonesia didirikan dan menjadikan internet lebih mudah diakses masyarakat, namun hingga tahun 2015 umumnya masyarakat mengakses internet melalui PC dan warnet, sementara 90% informasi masih diperoleh masyarakat melalui koran dan sejak 2016 semua informasi mulai bermigrasi ke internet melalui Android.
2016 adalah tahun di mana "Android murah" dari cina membanjiri pasar dunia. Awalnya telepon pintar hanya terjangkau oleh kalangan tertentu, namun di tahun 2016 semua lapisan masyarakat mampu membelinya. Saat inilah dunia benar-benar memasuki era baru di mana informasi tertentu yang tadinya hanya dapat diakses oleh orang-orang kreatif, sejak jaman 'android murah', semua informasi berada di ujung telunjuk setiap orang dan dengan mudah semua orang dapat membuka toko online.
Agen, distributor dan pabrik yang dulunya tidak tertarik menjual pada "end users" kini bahkan berebut konsumen secara online dengan ibu-ibu rumah tangga yang juga memiliki toko online.
Kemudahan mengakses informasi ini adalah hal yang baik, namun juga merupakan petaka bagi bisnis konvensional seperti supermarket, mall, perusahaan taksi, industri garment dan tekstil, hingga toko pakaian, dan masih banyak lagi termasuk Gustaafindo.
Sebelum 2016, dengan anggaran iklan baris koran antara 5 - 10 juta per bulan, Gustaafindo dapat memperoleh omset ratusan juta rupiah, namun sejak 2016 terus mengalami penurunan omset dan terpaksa ditutup di tahun 2017.
Satu tahun menjelang penutupan pelatihan bisnis es krim - Gustaafindo, saya mendirikan sebuah sekolah bahasa Inggris di Semarang dan berhasil membuka cabang di kota kelahiran istri saya di Cirebon, Karena masih memiliki ide-ide usaha yang lebih potensial, saya menjual bisnis ini pada asisten saya. Dari nama Gustaafindo English Training Center, sekolah ini berganti nama menjadi Epsilon. Hingga saat ini Epsilon masih beroperasi di Jalan Kartini Raya No.4 Semarang, dengan tetap menggunakan metode pengajaran yang saya ciptakan.
Sempat mengalami depresi selama dua bulan di tahun 2017, akhirnya saya berhenti menyalahkan diri sendiri saat menyadari Blackberry dan Nokia yang lebih dulu memiliki sistem operasi telepon pintar "Blackberry OS dan Symbian" juga ikut tumbang karena Android, melalui kecerdasan Google yang menerapkan konsep 'open source' pada sistem operasi Android yang membuat harganya menjadi sangat murah. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh pengembang telepon seluler dari Cina. Sistem operasi Android dengan konsep "open source + produsen cina" maka hasilnya adalah smartphone murah meriah.
Setelah mencoba berbagai jenis usaha dari uang tabungan dan penjualan aset Gustaafindo, dua di antaranya mulai dapat berdiri dengan baik. Sambil merintis usaha, saya melanjutkan riset atas bisnis aplikasi seluler hingga aplikasi Hobb selesai saya kerjakan dan konsep Dropletz mulai dikembangkan.
Usaha pengolahan konsentrat shampoo untuk bengkel-bengkel cuci mobil yang saya rintis di Bandung mulai mampu membiayai penyewaan ruko yang lebih besar, dan usaha waralaba ayam panggang lada hitam yang saat itu baru saya mulai, berhasil membuka empat gerai di empat kota. Saya berniat menabung untuk membangun Dropletz, tidak lama berselang, pandemi Covid-19 dimulai dan kedua usaha ini tumbang saat PPKM kedua pada tahun 2021.
Setiap Kemungkinan Perlu Dicoba
Prinsip saya, setiap kemungkinan perlu dicoba. Jika blog ini tidak dapat menghadirkan seorang investor, Melalui misi yang saya selipkan lewat Dropletz untuk membela kepentingan umum, Dropletz memiliki peluang mendapat dukungan masyarakat melalui donasi.
Jika yang saya lakukan ini dianggap sebuah “kegilaan”, memang inilah yang diperlukan. Karena untuk mendapatkan hasil terbaik saat tidak ada momentum, dibutuhkan "ide-ide gila”. Beberapa "ide gila" yang berhasil saya wujudkan di antaranya seperti:
- Mewakili Jawa tengah menjuarai lomba teknologi terapan nasional, berkompetisi dengan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia yang juga diikuti berbagai universitas negri dan swasta.
- Menembus Kementerian Kelautan dan Perikanan pusat di Jakarta tanpa koneksi, hanya dengan modal sebuah “ide gila” dan berhasil menjadi pemasok Kementerian Kelautan dan Perikanan selama 2 tahun.
- Merekrut 3.000 toko dalam waktu 3 bulan hanya dengan 4 sales dalam program konsinyasi es krim tanpa menyediakan freezer, dan ide-ide inovatif lainnya
Penutup
Melalui Dropletz saya tidak akan bangkit sendiri. Saya akan membawa banyak orang menikmati "the power of Internet" yang sesungguhnya! sebab tanpa Anda sadari, bakat, kreativitas dan informasi berguna yang Anda posting menjadi daya tarik bagi aplikasi yang Anda gunakan, sementara Anda baru dapat memanfaatkan aplikasi media sosial untuk menghasilkan uang dengan berjualan, bukan dari kreativitas atau tips menarik yang Anda bagikan di media sosial! Bantu saya viralkan konsep Dropletz, saya akan bantu anda melalui Dropletz!



